Ancaman pada jaringan yang perlu dimonitoring/diamankan dan diwaspadai oleh administrator
jaringan antara lain adalah sebagai berikut:
- Program perusak seperti virus, trojan, worm, dsb.
Perangkat anti virus memiliki fungsi untuk mendefinisikan dan membasmi virus,worm, trojan yang akan masuk ke dalam suatu workstation. Perangkat anti virus yang dapat digunakan oleh suatu workstation adalah sebagai berikut:
-Norton AV (www.norman.com)
-Kaspersky AV
-McAfee AV
Akan tetapi, antivirus tidak akan menjadi suatu penangkalan yang berguna jika administrator tidak melakukan pembaharuan virus definition pada anti virus yang telah diinstal pada workstation.
- Denial of service
- Scanning
Untuk meminimalisir penyerangan terhadap keamanan jaringan, hal yang dapat dilakukan administrator dalam memonitoring jaringan sebaiknya adalah dengan membatasi user yang dapat melakukan full-access ke dalam suatu server. Cara paling sederhana adalah dengan memberlakukan wewenang read only untuk semua user. Cara lain adalah dengan melakukan pembatasan berdasarkan hal berikut ini:
-MAC Address
Contohnya, user yang dapat melakukan akses secara penuh adalah user yang
memiliki alamat abcd:1020:fa02:1:2:3.
-IP Address
Contohnya, user yang dapat melakukan akses secara penuh adalah user yang
memiliki alamat 192.168.2.1.
Pemonitoran juga dapat dilakukan dengan melakukan pengauditan sistem Log pada server tertentu oleh administrator jaringan. Tujuannya adalah mengidentifikasi gangguan dan ancaman keamanan yang akan terjadi pada jaringan.
Administrator dapat juga menggunakan software seperti NSauditor yang bertujuan untuk mengevaluasi keamanan jaringan dan dapat melakukan audit untuk penanggulangan kesalahan.
Slain NSauditor, ada pula tools yang lain yang dapat digunakan untuk mendiagnosis
seperti:
-GFI Network Server Monitoring
-MRTG
Selain perangkat lunak, perangkat keras pun perlu dilakukan monitoring. Hal apakah yang perlu diperhatikan dalam monitoring perangkat keras antara lain adalah sebagai berikut:
-Waktu respon perangkat keras
-Kompatibilitas dengan perangkat lunak
Pada sistem operasi tertentu perlu dirancang sistem monitoring yang bersifat user friendly, seperti merancang sistem monitoring berbasis web (misalnya menggunakan PHP dan Apache, dengan browser dan Linux kernel 2.4.xx). Untuk dapat menerapkan sistem monitoring berbasis web ada dua hal yang perlu diperhatikan, sebagai
berikut:
-Koneksi ke internet atau intranet
-Kompatibilitas dengan browser
Metode pemonitoran melalui web ini dapat dilakukan melalui protokol HTTP. Akan tetapi protokol ini tidak dijamin keamanannya, karena itu perlu dilakukan pengenkripsian informasi yang dikirim melalui browser dengan menggunakan sebuah enkripsi yang dinamakan dengan SSH.

0 komentar:
Posting Komentar